Tuesday, December 1, 2009

Daily Technical Analysis ITMG (2)

ITMG (Rp 29.400; +Rp 600)
ITMG masih berada dalam trend bullish jangka pendek, menengah, panjang, dalam pola uptrend channel setelah breakout neckline di pola inverted H&S dan bear flag. Sell breakout 27.100 target 25.000/23.000 stop loss 28.200, Sell 30.700 target 27.150 stop 31.250, buy breakout 31.250 target 32.600 stop dibawah 30.650, sell 32.600 target 27.150 stop diatas 33.800. .
(Edisi 22/10)
(13/11) hold buy breakout Rp 25.450 (final wave 5) target Rp 30.700 (138.2 FR 27800-20000) trailing stop di Rp 27.150
(27/10) Buy 23.400 done: - Rp 700 (-2.99%), Sell 22.700 done: Rp +1.200 (+5.2%)
ITMG (24.100)

Secara keseluruhan ITMG masih berada dalam uptrend channel menunjukkan trend bullish jangka menengah, meski konsolidasi dalam jangka pendek seperti ditunjukkan dalam pola congestion dan symmetrical triangle di daily chart. Melihat kondisi MACD yang berada di teritorial netral, serta trend volume rendah, seharusnya mendukung potensi range trading tipis dalam waktu dekat ini. Terutama pola symmetrical triangle akan membatasi pergerakan ITMG harian. Kecuali ITMG dapat breakout & ditutup harian diatas trendline resistance 24.925 dan trendline support di 23.400 untuk konfirmasi arah lebih lanjut. ITMG juga masih berada di bawah Fibonacci retracement 23.6% 27.800-17.600 di 25.400 dan dibawah middle line channel di 25.450, membatasi momentum kenaikan ITMG pada pekan ini. Trend jangka menengah masih bullish selama tidak ditutup dibawah 20.250 (channel support), untuk target 30.238 (FR 12.6)/34.145 (FR 161.8) dalam 3 bulan sesuai dengan hitungan EW bahwa ITMG saat ini berada dalam double zig zag e/X dalam wave correction 4/4. Rekomendasi Buy 23.400-23.400 stop loss dibawah 22.700 target breakout 25.450 (buy breakout) / 30250/34.150 untuk final wave 5. stop loss di dibawah 25.000. Short 22.700 target 17.600 stop 23.500. Good Luck

Daily Dow Jones Recommended Levels

Daily Forex Technicals | Written by FXtechtrade
DOW JONES INDEX
Today's support: - 10257.18 and 10216.16(main), where a delay and correction may happen. Break of the latter will give 10188.28, where correction also can be. Then follows 10165.37. Be there a strong impulse, we would see 10141.86. Continuation will bring 10113.70. Today's resistance: - 10383.75 and 10409.28(main), where a delay and correction may happen. Break would bring 10430.72, where a correction may happen. Then follows 10451.22, where a delay and correction could also be. Be there a strong impulse, we'd see 10486.40. Continuation would bring 10528.42.

S&P 500 May Fall If 1,085 Support Is Broken: Technical Analysis

(Bloomberg) -- The Standard & Poor’s 500 Index is close to breaching a support level that may cause a short-term “breakdown” in U.S. equities of more than 3 percent, according to technical analysts at Concept Capital. The benchmark index for U.S. equities closed down 1.7 percent at 1,096.23 on Nov. 27 as Dubai’s attempt to delay debt repayments rattled investors. That’s less than 1 percent above 1,085, the support level seen by John Kolovos and Craig Peskin at New York-based Concept Capital.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=ayNQ.2X3DfwA

Gold, in ‘Healthy Breather,’ May Top $1,200: Technical Analysis

(Bloomberg) -- Gold is taking a “healthy breather” and may resume its advance above $1,200 an ounce this year as the dollar weakens against global currencies, according to Barclays Capital. Gold’s support level at $1,127-$1,131 remains “unchallenged,” Jordan Kotick and other analysts at Barclays wrote in a report Nov. 27. “Rather than a deeper pullback, ideally we expect a $1,130-$1,200 range to develop over the next week or two.”

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=ao7wv6Qqo_To

Oil May Drop to $70 on Channel, SocGen Says: Technical Analysis

(Bloomberg) -- Crude oil prices may slide toward $70 a barrel in New York after breaching the bottom of a monthlong price channel, according to technical analysis by Societe Generale SA. Oil for January delivery fell as low as $72.39 a barrel on the New York Mercantile Exchange on Nov. 27, breaking through a “descending channel” that formed after the commodity reached a year-to-date high on Oct. 21. This may trigger a decline to the next supportive layer in a Fibonacci sequence of price thresholds, Societe Generale said.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=avD0P.KvZXvk

Euro May Rise to 15-Month High of $1.5285: Technical Analysis

(Bloomberg) -- The euro may rise to a 15-month high of $1.5285 as the currency held above so-called support at $1.4831, said Citigroup Inc., citing trading patterns. Support at $1.4831 is the 55-day moving average, which the euro “remains above despite volatile price action over the past week,” Citigroup analysts led by Tom Fitzpatrick in New York wrote in a research note yesterday. Support is a level where buy orders may be clustered.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aVrMSaqFyM1o

Laporan Fundamental & Rumor Saham Indonesia 01-12

Research JP Morgan Sec: Overweight BUMI target Rp 3.750 (katalis positif, BUMI mendapatkan saham PT Newmont)

Research CIMB-GK Sec: Outperform ELTY target Rp 430

Research CIMB-GK Sec: Overweight AALI target Rp 30.300

Cermati Saham Barito
HARGA saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) berpeluang menuju level Rp 1.500-1.700 dalam waktu dekat. Sumber Investor Daily mengungkapkan, keberhasilan Prajogo Pangestu membeli PT Transpasific Railway Infrastructure akan menjadi momentum kenaikan harga BRPT. Sebab, Barito disebut-sebut oleh pelaku pasar menjajaki merger dengan Transpasific, perusahaan pengangkut batubara. Pada perdagangan kemarin, BRPT ditutup terkoreksi Rp 10 (0,7%) ke level Rp 1.280.

India Power Incar Dayaindo
HARGA saham PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) berpotensi menuju level Rp 150 dalam jangka pendek. Menurut sumber Investor Daily, adanya kabar bahwa India's National Thermal Power Corp yang berniat menjadi pemegang saham perseroan bakal menjadi momentum penguatan harga KARK. Pada perdagangan kemarin, KARK ditutup melemah Rp 1 (0,8%) ke posisi Rp 112.

IHSG pada perdagangan Selasa ini juga diprediksi akan kembali bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Investor akan kembali melanjutkan koreksi teknikal untuk sejumlah saham yang sudah terlalu mahal. Investor juga akan mengamati angka inflasi yang akan dirilis BPS siang ini.Bursa-bursa utama dunia juga sudah pulih. Bursa Wall Street juga membaik setelah Dubai World mengumumkan akan merestrukturisasi sebagian dari grup tersebut, termasuk unit usaha propertinya, Nakheel. Total utang yang akan direstrukturisasi mencapai US$ 26 miliar.Pada perdagangan Senin (30/11/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik 34,92 poin (0,34%) ke level 10.344,84. Indeks Standard & Poor's 500 naik 4,14 poin (0,38%) ke level 1.095,63, Nasdaq naik 6,16 poin (0,29%) ke level 2.144,60.
Namun sebagian bursa regional kembali mengalami koreksi teknikal setelah kemarin mencetak penguatan tajam. Indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyp mengawali perdagangan Selasa (1/12/2009) dengan melemah 63,73 poin (0,68%) ke level 9.281,82.Laporan riset Goldman Sachs, Citigroup dan BNP Paribas untuk saham Asia dapat menguat 36%, 9% dan 20% di tahun 2010, dapat memberikan angin segar dan memberikan support untuk saham domestik di awal pekan ini.

Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah seiring aksi beli spekulatif setelah kemarin rupiah menembus level 9.500 per dolar AS.Pada perdagangan Selasa (1/12/2009), rupiah dibuka melemah ke level 9.490 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya di level 9.465 per dolar AS.
Ekonom dari BII Samuel Ringo-ringo mengatakan, data inflasi yang akan dirilis BPS siang ini diprediksi tidak akan banyak memberikan pengaruh. Analis memperkirakan inflasi akan tetap rendah hingga akhir tahun.

ADHI Incar Laba Bersih Akhir Tahun 120,1 M
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengincar pertumbuhan laba bersih yoy 48,14% menjadi Rp120,1 miliar dibandingkan tahun sebelumnya hanya Rp81,1%.

Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan kasus gagal bayar surat utang milik Dubai World tidak akan mempengaruhi kinerja BUMN.Menurut Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu, baik kinerja keuangan, harga saham maupun rating penerbitan surat utang BUMN bisa dipastikan tidak akan terganggu."Bank sentral Dubai kan sudah menyatakan akan membayar semua. Jadi pengaruh gagal bayar Dubai World ke BUMN sudah tidak ada," ujarnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (30/11/2009) malam.

Recapital Kaji Ulang IPO Berau Coal
Recapital Advisors akan mengkaji ulang rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Berau Coal, menyusul akuisisi 90% saham produsen batubara terbesar kelima di Tanah Air tersebut.

Duta Graha Perpanjang Utang Rp 40 Miliar
PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) berencana memperpanjang pinjaman kredit modal kerja (KMK) senilai Rp 40 miliar dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur dan BPD Kalimantan Timur. Kedua pinjaman itu jatuh tempo pada bulan November dan Desember 2009.

Asia Natural Cari Utang US$ 25 Juta
PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) tengah mencari utang senilai US$ 25 juta atau sekitar Rp 237,5 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk keperluan operasional dan ekspansi bisnis.

AKUISISI CECO TERTUNDA, Berlian Tanker Batal Emisi MEB US$ 368 Juta
PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) batal menerbitkan obligasi wajib tukar (mandatory exchangeable bond/MEB) senilai US$ 368 juta atau sekitar Rp 3,68 triliun. Perseroan membatalkan rencana itu karena tidak memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

TARGET 2009 DIREVISI JADI 12 EMITEN, SMN dan Megapolitan IPO Rp 700 Miliar
PT Sarana Menara Nusantara (SMN), unit usaha Grup Djarum, menargetkan perolehan dana sekitar Rp 200 miliar dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada kuartal I-2010. Sedangkan PT Megapolitan Developments mengincar dana Rp 500 miliar.

Citra Marga Incar Pendapatan Rp 630 Miliar
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) menargetkan pendapatan konsolidasi hingga akhir 2009 mencapai Rp 630 miliar, naik 11% dibandingkan tahun lalu Rp 568,96 miliar. Sedangkan laba bersih diproyeksikan naik 88,9% dari Rp 72 miliar menjadi Rp 136 miliar.

Banking: BI Pangkas Target Kredit FY10 jadi 15-17%
BI memangkas target pertumbuhan kredit FY10 jadi 15-17% dari sebelumnya 20% karena ketidakpastian pertumbuhan ekonomi dunia.

Mining: Newmont akan Raup Laba US$642 Juta
PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) memproyeksikan perolehan laba bersih tahun ini mecapai US$642,9 juta atau naik hingga 231% dibandingkan denganpencapaian tahun lalu. Kenaikan itu dipicu oleh semakin membaiknya harga komoditas dan pertumbuhan penjualan produksi tembaga, emas, dan perak perusahaan itu.Comment: dengan 23,25% kepemilikan BUMI terhadap saham Newmont, maka kontribusi laba Newmont akan menaikan laba BUMI sebesar 35% dari $421 juta menjadi $571 juta. Positive untuk pertumbuhan harga saham kedepan.

SMGR: Bangun Pabrik Semen US$ 400 Juta bersama Freeport
Perusahaan tambang asal AS, PT Freeport Indonesia dan SMGR berencana membangun pabrik semen di Papua dengan nilai investasi US$ 400 juta mulai tahun depan. Freeport akan membangun pabrik semen berkapasitas 1-2 juta ton si Timika, Papua. Sedangkan SMGR akan menambah satu pabrik berkapasitas 2,5 juta ton di Manokwari, Papua.

CTRA: Kaji Beberapa Opsi Untuk Peroleh Dana Pada Tahun 2010
CTRA saat ini sedang mempertimbangkan beberapa opsi (obligasi, utang bank, atau rights offer) yang dapat digunakan untuk memperoleh dana bagi anggaran 2010.

PGAS: Incar Gas Donggi
PT Perusahaan Gas Negara Tbk disebut-sebut menginginkan pasokan gas alam cair (LNG) Donggi-Senoro yang akan digunakan perseroan sebagai salah satu sumber pasokan untuk proyek terminal LNG Medan.Total perkiraan permintaan gas yang diidentifikasi perseroan, mencapai 150-300 MMscfd. Mereka adalah pembangkit listrik PLN di Sicanang dan Paya Pasir.

BBNI: Laba Bersih 9M09 Melonjak 122% yoy
BBNI mencatat laba bersih 9M09 melonajk 122% yoy jadi Rp1,85 triliun dipicu naiknya fee based income 24% yoy jadi Rp3,15 triliun vs Rp2,54 triliun serta pendapatan bunga bersih +16% yoy jadi Rp8,31 triliun. Peningkatan bunga bersih dikontribusi dari ekspansi kredit 15% jadi Rp122,16 triliun vs Rp106,5 triliun, sedangkan pendapatan nonbunga dari layanan jasa (recurring fee) perbankan +8% yoy jadi Rp2,78 triliun dan nonrecurring fee Rp347 triliun.

IPO: Dian Swastatika Sentosa IPO Rp1.500/Saham
PT Dian Swastatika Sentosa mengumumkan prospektus IPO nya, meliputi:
Jumlah saham dilepas : 100 juta saham
Nilai nominal : Rp250/saham
Harga penawaran : Rp1500/saham atau Rp150 miliar
Masa penawaran : 2-4 Des09
Listing date :10 Des09.

BWPT Anggarkan Belanja Modal US$ 45 Juta
Dana ini akan digunakan untuk memperluas lahan sebanyak 13.000 hektare.

Obligasi VII ISAT Dengan Bunga 11,25% dan 11,75%
PT Indosat Tbk (ISAT) menawarkan obligasi VII tahun 2009 dengan tingkat bunga 11,25% dan 11,75%.

Merril Lynch Jual Saham Triwira
Merril Lynch & Ci Inc menjual saham PT Triwira Insan Lestari Tbk (TRIL) sekitar 6.185.000 lembar saham.

Investor Summit akan Diikuti 28 Emiten
Sekitar 28 emiten akan melakukan presentasi pada investor summit 2009 yang diselenggarakan pada 2 Desember hingga 3 Desember 2009.

Laba Bersih INDY Anjlok 22,7%
PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 22,7% per September 2009 menjadi Rp559,88 miliar dari periode yang sama 2008 Rp724,3 miliar.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan akan mengadakan RUPSLB pada 7 Januari 2009.
Hal ini disampaikan Eddie J. Soebari, Direktur BUMI dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Senin (30/11). Namun, dalam keterangannya tersebut Perseroan tidak menyebutkan agenda apa saja yang akan dibahas dalam RUPSLB tersebut.Sebelumnya juga diberitakan BUMI akan menyampaikan laporan keuangan interim per 30 September 2009 paling lambat akhir Desember 2009.

Laba Bersih Bayan Resources Naik 459%
PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp178,2 miliar per September 2009 atau naik 459% dibanding periode serupa 2008 Rp31,84 miliar.

Antam Bidik Produksi Emas 2,5 Ton
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menargetkan penjualan emas pada 2010 mencapai 7,980 ton dengan produksi emas 2,580 ton kalau Cibaliung beroperasi.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan 36 saham transaksi margin (margin trading) periode Desember 2009, turun dibanding periode November sebanyak 38 saham. Adapun daftar saham yang dapat ditranskasikan dalam short selling berkurang dari 35 menjadi 33 saham. Berdasarkan Pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI) No Peng-00400/BEI PSH/11-2009 yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (30/11), terdapat tiga saham yang keluar dari daftar margin periode Desember, yakni PT PP London Sumatera Plantations Tbk (LSIP), PT Ciputra Property Tbk (CTRP), dan PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO).Di sisi lain, saham Timah Tbk (TINS) masuk melengkapi daftar saham margin dan short selling. “Di luar itu, saham-saham yang masuk daftar margin dan short selling tidak berubah,” kata Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Produk BEI Kandi Sofia S Dahlan.Transaksi margin merupakan transaksi pembelian efek untuk kepentingan nasabah yang dibiayai perusahaan efek (PE) dengan perbandingan 1:1. Nasabah yang akan melakukan transaksi margin harus menyetorkan jaminan awal sekurang-kurangnya Rp 200 juta. Jaminan transaksi nasabah dapat berupa uang tunai yang disimpan di PE, saham jaminan yang telah ditentukan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), obligasi, atau deposito nasabah.

Sumber: Investordaily, inilah.com, detik.com & Market Flash, kontan, Bloomberg, Reuters, CNBC
www.strategydesk.co.id
globalmarketstrategist.blogspot.com

Daily Market Outlook Saham & IHSG

Market Review
IHSG berhasil mengalami technical rebound dan meredam efek terburuk dari kasus gagal bayar utang obligasi Dubai World di akhir pekan lalu, mengikuti kenaikan mayoritas indeks saham regional Asia dan reboudnya harga komoditi global kemarin. Aksi pembelian saham dari grup Astra (ASII, UNTR), perbankan, pertambangan batubara (ITMG, PTBA, ADRO), semen (INTP), infrastruktur, menopang kinerja IHSG kemarin, dan membatasi dampak negatif dari penurunan harga saham dari grup Bakrie. Sementara pelemahan rupiah terhadap dolar yang ditutup di level Rp 9.460 dan penantian pasar terhadap hak angket DPR untuk kasus Bank Century, masih membebani kinerja IHSG kemarin. IHSG rebound 22,32 poin (+0,93%), di 2.415,84, transaksi tercatat Rp 5,22 triliun. Investor asing membukukan net buy Rp 250 miliar, dibandingkan net sell Rp 217,1 miliar (26/11).

Indeks saham MSCI Asia Pasific rebound kemarin, mendorong indeks saham MSCI Asia Pasific mengalami kenaikan tertinggi dalam 7 bulan terakhir, setelah pemerintah Uni Emirat Arab berjanji untuk memberikan support kepada bank-bank yang meredakan kekhawatiran dari kemungkinan kerugian dari Dubai World akan meningkat. Saham Bank National Australia Bank dan Commonwealth Bank of Australia melonjak setelah mereka tidak memperkirakan kerugian material dari Dubai. HSBC Holdings Plc dan Sunning Appliance Co China menguat berkat isu Dubai dan stimulus China.

IHSG Outlook
Momentum technical rebound IHSG hari ini diperkirakan terbatas, berkat ketidakpastian situasi poltik dalam negeri dari hak Angket DPR untuk kasus Bank Century yang dapat menyeret beberapa nama dari pejabat penting di Kabinet Indonesia Bersatu 2, penyelesaian kasus KPK-Polri dapat meredam investasi asing di pasar modal domestik. Masih adanya kekhawatiran terhadap efek domino dari kasus gagal bayar utang obligasi Dubai World, setelah terlihat pemerintah Dubai tidak sepenuhnya menjamin beban utang Dubai World berpotensi meningkatkan premi kredit di masa mendatang, meski kekhawatiran tersebut sedikit mereda kemarin, diikuti isu negatif dari right issue grup Bakrie, masih membebani kinerja IHSG di awal pekan ini. Meski potensi penurunan IHSG terbatas hari ini, karena pasar menanti rilisan data inflasi RI bulan November hari ini akan berada di bawah 0,19% atau dibawah laju inflasi Oktober 2009 (prediksi Bank Indonesia), sehingga dapat mendorong BI pada pekan
ini menahan laju suku bunga acuan 6,50% dalam Rapat Dewan Gubernur Kamis pekan ini (03-12). Kondisi tersebut seharusnya masih memberikan support kepada saham yang sensitif terhadap inflasi dan suku bunga seperti sektor perbankan, otomotif, property dan konsumsi. Imbas kenaikan harga komoditi emas dan batubara dan harga komoditi global (minyak target $ 81/84 selama bertahan di atas support $ 75,15; emas target $ 1.200), masih memberikan support kepada saham pertambangan batubara (ITMG, PTBA, ADRO) dan emas unggulan (ANTM). Laporan riset Goldman Sachs, Citigroup dan BNP Paribas untuk saham Asia dapat menguat 36%, 9% dan 20% di tahun 2010, dapat memberikan angin segar dan memberikan support untuk saham domestik di awal pekan ini.

Stock Picks: Average last 22 week +104.37%. Target 10-30%, Risk < -10%
Hold Buy till 03/11: BUMI 2.575/PTBA 15.750/ADRO 1.710/BMRI 4.600/ BBRI 7.600/ BKSL 101/RAJA 215/CTRA 550/BSDE 820/BTEL 155/INDF 3.175
Buy on weakness: BUMI (2.175)/ASII 30.000/DEWA 106/ENRG 175

Global Outlook
Indeks saham regional Asia dan Wall Street diperkirakan masih mendapatkan support dari meredanya kekhawatiran mengenai kasus gagal bayar utang obligasi Dubai World pada akhir pekan lalu, setelah pemerintah Dubai menjanjikan untuk membantu keuangan (meski tidak menjamin utang Dubai World sepenuhnya) dan menyuntik likuiditas ke pasar guna meredam gejolak di pasar, diikuti kenaikan harga komoditi global seperti minyak dan logam (emas, aluminium dan zinc), pernyataan pemerintah China yang akan mempertahankan kebijakan stimulus di tahum depan, pertumbuhan ekonomi India tercatat 7,9% di Q3 2009 melampaui prediksi pasar dan prediksi sejumlah brokerage global (Goldman Sachs, Citigroup, BNP Paribas) yang melihat peluang kenaikan indeks saham Asia dalam kisaran 9%-36% di tahun 2010, seharusnya memberika support dan menopang kinerja indeks saham Asia, dapat memberikan efek positif kepada saham Wall Street di awal pekan ini. Meski kekhawatiran terhadap penjualan
ritel di musim liburan akan mengecewakan pasar (The National Retail Federation AS menyatakan prediksi penurunan 1% daya beli di musim liburan Thanksgiving) dan perkiraan data ISM Manufacturing AS bulan November yang dirilis hari ini akan menunjukkan penurunan dari bulan sebelumnya, dapat membatasi momentum technical rebound di tengah kondisi pasar yang overbought dan mahalnya valuasi saham global saat ini.

Technical Analysis:
IHSG menunjukkan signal positif dari pola candle piercing bullish (indikasi bullish reversal yang moderat), meski telah breakout dalam bullish pennant dan uptrend channel, diikuti kenaikan dalam volume, seharusnya menunjukkan potensi kenaikan masih terbatas, karena signal negatif dari 5/10/20 day MA yang bearish dapat membebani momentum kenaikan IHSG. Indikator ADX terkoreksi (indikasi momentum kenaikan terbatas), stochastic crossing down, MACD masih bertahan di teritorial positif, seharusnya menunjukkan trend penurunan. Trend berbalik menjadi bearish setelah IHSG ditutup dibawah 2.454 untuk target 2.330/2.230 Perkiraan range hari ini di 2.390-2.4. Hitungan EW: IHSG berada dalam wave iv/3 dalam B dengan perkiraan kisaran level 2.430/2.450 merupakan peak area yang mendukung potensi kenaikan yang terbatas (hold sell on rally 2491: stop diatas 2.560) target 2330/2.230, jika gagal tembus high 2.494.
Resistance : 2465.26/2452.91/2440.55/2423.04. PP 2405.54
Support : 2393.18/2380.83/2363.32/2345.82
www.strategydesk.co.id
www.universalbroker.co.id
globalmarketstrategist.blogspot.com

Weekly Market Outlook SAHAM & IHSG

Market Review
IHSG kembali gagal mempertahankan momentum kenaikan pada pekan lalu, di tengah lebih singkatnya hari perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) BEI karena liburan Idul Adha (27/11), menyebabkan investor domestik dan asing melakukan aksi profit-taking di hampir semua saham unggulan. Kondisi tersebut diperburuk oleh rencana penerbitan saham baru (Right issue) oleh anak usaha saham Grup Bakrie seperti PT Enegy Persada Tbk (ENRG) (RI dengan harga Rp 185) dan PT. Darma Henwa (RI dengan harga Rp 100), telah merontokkan saham grup Bakrie lainnya seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT. Bakrie Brothers TBk (BNBR) yang meluas kepada saham unggulan lainnya di BEI. Situasi politik di tanah air ikut membebani kinerja IHSG pada pekan lalu, paska Pidato Presiden SBY yang dianggap mengambang dan memberikan ketidakpastian terhadap penyelesaian kasus PT Bank Century dan Kasus KPK-Polri. Di akhir pekan, BEI kembali mendapatkan isu negatif dari laporan gagal bayarnya utang obligasi Dubai World, salah satu kendaraan investasi pemerintah Dubai, senilai US$ 59 miliar, telah merontokkan seluruh indeks saham global pada hari Kamis, ikut memberikan tekanan kepada IHSG untuk terkoreksi tajam pada akhir pekan lalu. IHSG anjlok 93,841 poin (%-3.7) pekan lalu, ditutup di 2.393,519. Hari Kamis (27/11), IHSG anjlok 68,009 poin (-2,77%) menjadi 2.393,519. Investor asing membukukan net sell Rp 339,94 miliar pada pekan lalu, dibandingkan net buy Rp 178,4 miliar di pekan sebelumnya.

Indeks saham Asia anjlok untuk pekan kedua berturut-turut berkat kekhawatiran perusahaan akan membukukan kerugian dari rencana Dubai World untuk menunda pembayaran utang obligasi dan penjualan saham oleh bank-bank di Asia akan menurunkan nilai kepemilikan yang ada. Saham Kajima Corp anjlok 16% setelah Daiwa Securities SMBC Co mengatakan perusahaan kontraktor Jepang mungkin kehilangan “puluhan miliar yen” jika dana investasi Dubai menunda pembayaran hutang. Bank of China Ltd, di pekan lalu mempertimbangkan untuk menjual saham baru. Saham Sony Corp, anjlok 6% karena dolar anjlok ke level terendah 14-tahun terhadap yen. Santos Ltd, produsen gas dan minyak Australia, anjlok 4,6% karena harga minyak terkoreksi ke US$ 76 di sesi Asia hari Jumat (27/11). Indeks MSCI Asia Pasific anjlok 2,6% menjadi 113,90 di pekan ini, sebagian besar terpukul oleh perusahaan finansial.

IHSG Outlook
Setelah IHSG mengalami koreksi penurunan yang signifikan di pekan lalu, potensi penurunan IHSG pada pekan ini relatif terbatas, karena isu negatif dari gagal bayar utang obligasi US$ 59 miliar Dubai World, salah satu kendaraan investasi pemerintah Dubai, di pekan lalu, terlihat bersifat knee jerk effect kepada indeks saham global pada pekan ini, karena pemerintah Dubai berinisiatif membantu keuangan Dubai World yang nilai relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan pemicu krisis financial di tahun 2007 dari laporan kerugian finansial sebesar ratusan miliar dolar yang dipimpin oleh kebangkrutan Lehman Brothers Co AS. Indonesia juga dilaporkan tidak memiliki eksposur struktural dengan Dubai. Sementara isu negatif dari rencana penerbitan saham baru (right issue) anak usaha PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) pada pekan lalu, diperkirakan dapat diredam oleh spekulasi sejumlah laporan keuangan dari PT. Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Bakrie Development Tbk (ELTY) dan PT Bakrie Plantations Tbk (UNSP), mayoritas akan menunjukkan kinreja perseroan yang solid dan masih mencatat kenaikan laba bersih ketimbang periode sebelumnya di tahun 2008.

Peluang buy on weakness sejumlah saham unggulan yang memiliki kinerja dan isu positif seperti pembelian 14% saham divestasi PT Newmont (untungkan BUMI & DEWA) dan spekulasi laporan keuangan PT Bumi Resources per September 2009 dirilis awal bulan Desember, diikuti rencana pembagian dividen oleh sejumlah emiten seperti TLKM (Rp 26,65), INCO (Rp 105l kurs Rp 9.500), ADRO (Rp 12), BBRI (Rp 45,74), PTBA (Rp 66,75), PGAS (Rp 10), SMGR (Rp 58), seharusnya dapat memberikan support kepada IHSG. Laporan bantuan Pemerintah Dubai kepada Dubai World di akhir pekan, dapat meredakan aksi penjualan saham yang paling terpukul di akhir pekan lalu, di tengah kondisi oversold di sejumlah saham unggulan, terutama saham dari grup Bakrie dan saham komoditi pertambangan batubara dan logam.

Perkiraan solidnya fundamental ekonomi dalam negeri dan masih kuatnya aliran dana masuk ke pasar modal domestik di tengah trend penurunan dolar AS terhadap mata uang utama global, seharusnya masih menopan kinerja IHSG pekan ini. Terutama menjelang rilisan data inflasi RI bulan November yang diperkirakan 0,05% - 0,2% (konsensus ekonom domestik), meski adanya perayaan Idul Adha dan kenaikan harga emas ke rekor tertinggi US$ 1.195/troy ons pada pekan lalu, tidak akan cukup untuk mendongkrak inflasi untuk meningkat lebih tinggi. Kondisi tersebut akan mendorong Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga 6,5% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan ini. BI memproyeksikan inflasi di tahun 2009 akan berada di kisaran 3,6% - 3,7%, merupakan rekor terendah yang pernah terjadi di Indonesia, diikuti ekspektasi pertumbuhan ekonomi RI tahun ini akan mencapai 4-4,5% dan 5,5,5% di tahun 2010, dapat membatasi potensi penurunan dari isu negatif yang akan datang.

Chart IHSG & PT BUM Resources Tbk (BUMI) I(Source: finance.yahoo.com)
Terlihat saham BUMI underperform terhadap kinerja IHSG di pekan lalu.

Meski kekhawatiran terhadap meluasnya efek domino dari krisis dari Dubai World, kinerja indeks saham regional yang masih rapuh ditengah mahalnya valuasi indeks saham dan rencana penjualan saham baru di berbagai negara di Asia diikuti kondisi teknikal yang overbought, dapat membatasi potensi technical rebound saham unggulan di IHSG. Sementara hak Angket DPR untuk kasus Bank Century pada hari Selasa (01/12), valuasi saham di IHSG relatif lebih mahal (PER 15.3x; P/E 25x) dibandingkan dengan valuasi indeks saham MSCI Asia Pasific (P/E 21x) dan isu 'bubble' aset saham dan komoditi global masih menghantui kinerja IHSG dipekan ini.

Global Outlook
Potensi penurunan indeks saham global diperkirakan terbatas pada pekan ini, karena isu negatif dari krisis Dubai World akibat gagal bayar hutang obligasi senilai US$ 59 miliar dapat diredam oleh pemerintah Dubai yang siap membantu keuangan Dubai World dan siap membanjiri likuiditas ke pasar dan spekulasi testimoni Chairman Fed Ben Bernanke pada hari Kamis dan data tenaga kerja AS hari Jumat yang menunjukkan pelambatan penurunan payroll AS dibulan November, seharusnya memberikan peluang Buy On Weakness indeks saham global di awal pekan hingga akhir pekan ini. Eksposur perbankan AS terhadap Dubai World relatif kecil dibandingkan dengan perbankan Eropa dan Jepang, seharusnya membatasi efek terburuk kepada indeks saham AS yang masih menjadi benchmark untuk pergerakan indeks saham global saat ini. Mata uang dolar AS yang masih berada dalam tren penurunan, meski pada pekan lalu dolar mengalami technical rebound, karena kasus gagal bayar hutang Dubai World yang telah meningkatkan credit debt swap (CDS) Dubai dan Bahrain yang telah meningkatkan resiko gagal bayar premi di negara emerging pada akhir pekan lalu, diperkirakan masih memberikan support kepada pasar saham dan komoditi global. Masih banjirnya likuiditas paska pertemuan G20 dan KTT APEC pada bulan lalu yang sepakat mempertahankan stimulus global senilai US$ 2 triliun dolar dan meredam spekulasi penaikan stimulus oleh bank sentral Eropa dalam beberapa bulan mendatang dan kenaikan suku bunga global, ikut memberikan support kepada indeks saham global pekan ini. Kondisi teknikal indeks saham DJIA dan indeks saham MSCI World Index yang masih berada dalam trend bullish jangka pendek, dapat menopang kinerja bullish jangka pendek. Lapoan positif di akhir pekan dari hasil penjualan ritel di toko-toko AS pada liburan Thanksgiving di akhir pekan lalu, lebih tinggi dari periode tahun lalu dan rencana penawaran saham perdana (IPO) di negara Emerging lebih tinggi 15 kali lipat ketimbang di negara maju, masih dapat support kinerja indeks saham regional Asia. Sejumlah data ekonomi global (PMI China, GDP Euro, ISM - Payroll AS, masih dapat menopang kinerja indeks saham global.

Chart DJIA Weekly: Trend bullish, selama masih bertahan diatas trendline 10,050, target 10,500/10,580, support 10,230/10,100.

Technical Analysis:
IHSG menunjukkan signal negatif dari pola candle bearish engulfing (indikasi bearish reversal yang kuat), gagal bertahan diatas 76,4% Fibonacci Retracement 2838-1089 di 2.425, ditutup di bawah 5 & 10 week MA dan masih belum dapat menembus trendline resistance medium term di 2.523, seharusnya mendukung strategy hold sell area 2.491-2.525 untuk target 2.391/2.330 (stop loss diatas 2.559) yang membatasi potensi kenaikan pada pekan ini. Indikator ADX yang terkoreksi (indikasi potensi penurunan terbatas), stochastic dan MACD masih berada di atas teritorial positif, seharusnya masih memberikan support kepada IHSG dalam 1-2 pekan ini. Meski trend jangka pendek masih terjaga jika IHSG dapat bertahan di atas channel support 2.375 pekan ini. Jika gagal dapat mengarahkan IHSG ke target support 2.230/2.200 pada pekan depan. Hitungan EW menunjukkan IHSG saat ini berada dalam fase koreksi ABC di iii/C dalam 4/(B), untuk target 2.230/2.330 (wave 2.62x wave B), selama level 2.494 tidak tercapai kembali dalam 1-2 pekan. Perkiraan range pekan ini: 2.300-2.450.
Resistance: 2533.12/2498.22/2463.32/2444.17. PP 2425.02
Support : 2355.22/2336.08/2316.93/2262.88

Stock Picks:Average last 21 week +100.69%. Target 10-30%, Risk < -10%
Hold (23/11) until 03/04 Des 2009 : BUMI 2.575/DEWA 186/PGAS 3.800/DOID 1680 /ASII 33000/MEDC 2675/ANTM 2.350/SMGR 7400/HEXA 2950/TRUB 145 /BKSL 99/PTBA 15000/ENRG 285/BMRI 4.700/DEWA /TLKM 8.950.
Buy on weakness: BUMI (2.175)/ASII 30.000/DEWA 106/ENRG 175

(Andri Zakarias Siregar)

Brokerages Upgrades Asian Stocks in 2010

Goldman Sachs Most ‘Upbeat’ on Asian Stocks in 2010
(Bloomberg) -- Asian stocks may offer returns of 36 percent in dollar terms next year, helped by growth in emerging markets, Goldman Sachs Group Inc. said in the most optimistic of three brokerages’ reports on the region’s equities in 2010. The MSCI Asia-Pacific excluding-Japan Index may gain to 540 by next December, while the MSCI Asia excluding-Japan Index may rise to 650, Goldman Sachs analysts led by Timothy Moe wrote in a report dated yesterday.Goldman Sachs is more bullish than BNP Paribas and Citigroup Inc., which predicted gains of between 9 percent and 20 percent for Asian stocks next year, according to reports received today. The brokerage has also turned more positive in the past month, when it predicted a “sluggish” performance for regional markets next year amid slowing economic indicators and after a rally from their March lows lifted valuations.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aQBQBDWWtJHw

Asian Stocks to Gain 20% as Inflows Rise, BNP Says

(Bloomberg) -- Asian stocks may extend their best annual rally in 16 years, with a regional index poised to gain 20 percent in 2010 as foreign fund flows into the region’s equities increase, BNP Paribas said.The MSCI Asia excluding Japan Index may rise to 570 in the next 12 months, compared with the Nov. 27 close of 455.15, as inflows rise 30 percent to $35 billion, BNP strategists led by Clive McDonnell wrote in a report today. Singapore was raised to “overweight” from “underweight,” while South Korea was cut to “neutral” from “overweight,” according to the report.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aF7In1FUUMlg

China Stocks to Rise on Economy, Mirae, Citigroup Say
Chinese stocks will rebound from their worst week in three months and keep rising next year as the strengthening economy lures more funds from overseas, Citigroup Inc. and Mirae Asset Global Investments Co. said. China is on course for a “long-term, multi-year bubble that’s not going to burst in 2010,” Citigroup Inc.’s head of China research Lan Xue told reporters in Hong Kong today.

Morgan Stanley Sees 5% Drop in European Stocks by End of 2010
(Bloomberg) -- European stocks may fall as much as 5 percent by the end of 2010 as governments withdraw stimulus measures, according to Morgan Stanley strategists. Shares may extend the rally in equity markets since March to as high as 1,200 for the MSCI Europe Local Index next year before falling to 1,030, the team led by the European head of equity strategy Teun Draaisma wrote in a report to clients today. Morgan Stanley continues to prefer stocks over fixed- income investment, they wrote.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aj5ouERHMh4A

Asian Stocks May Rise 29% in 2010, Credit Suisse Says
(Bloomberg) -- Asian stocks may rise a further 29 percent in the next 12 months because the region is still undervalued and corporate earnings will continue to recover, according to Credit Suisse Group AG. The MSCI Asia excluding Japan Index may climb to 600 in the period, Credit Suisse analysts led by Sakthi Siva said in a report dated yesterday. They said investors should “overweight” South Korean, Indonesian, Indian and Hong Kong- traded Chinese shares, and favor so-called cyclical stocks over defensive shares.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a5eYHFChJ050

Thursday, November 26, 2009

Daily Technical Analysis DEWA

DEWA (Closing 149)
DEWA berada dalam trend penurunan, berkat pola descending triangle, pola candle long opening marubozu (indikasi bearish continuation yang kuat), kondisi MACD yang berada di teritorial netral, diikuti hitungan Elliott Wave menunjukkan penurunan saat ini merupakan wave koreksi v/C untuk target 127-125 (trendline support) & 106 (76.4% FR 280-53) yang merupakan peluang technical rebound untuk target 185/191 (trendline resistance minor), sementara penutupan harian / mingguan diatas 191 dapat merubah trend menjadi netral-bullish. Rekomendasi: buy area 100-106 target 185/190 stop dibawah 79 (max: equal panjang wave 2), sell breakout 75-78 target 50 stop diatas 91. Disc On
globalmarketstrategist.blogspot.com

Daily Technical Analysis ENRG (2)

ENRG (Closing 220)
ENRG masih berada dalam trend penurunan, berkat signal negatif dari MACD yang bearish, pola descending triangle, pola candle three black crows (indikasi bearish continuation yang kuat), hitungan Elliott Wave menunjukkan penurunan saat ini merupakan wave koreksi v/C untuk target 172 (76.4% FR 520-65) yang merupakan peluang technical rebound untuk target 280/290 (trendline resistance minor), sementara penutupan harian / mingguan diatas 325 dapat merubah trend menjadi netral-bullish. Rekomendasi: buy area 170-175 target 250/280 stop dibawah 150, sell breakout 150 target 65 stop diatas 175. Disc On

Daily Forex & Gold Technical Update

Daily Forex Technicals | Written by India Forex
Rupee :
Rupee opened a little strong on broad dollar weakness overseas. It is likely to be in the range of 46 to 47 till December end. We are likely to witness some profit booking in global asset classes before Decemeber which can make the rupee slightly weaker towards 46.90 levels again. Importers take advantage of levels close to 46 and exporters wait for booking. The overall trend if rupee still remains bullish.(USDINR - 46.25) Bullish.
Euro : EURO is making a rising wedge pattern with clear divergence in the daily and weekly charts. Usually this kind of pattern leads to a strong correction downwards. The levels of 1.5060 broke yesterday, we need a closing above that levels for couple of days to maintain further bullishness. Incase levels of 1.5060 breaks down again supported by crude below 75 dollars we are going to see a steep bearish move downwards towards a 1.4625 and 1.4450 levels in medium term. (EURUSD-1.5113). Neutral.
Sterling: GBP attempted to push higher towards a 1.6747 yesterday, but unable to move up despite a very strong euro move due to bearish pressures. Break of 1.6650 would make the bias clearly bearish for cable. Staying above 1.67 continuously would support bullishness. (GBPUSD - 1.667) Neutral to Bearish
Yen : JPY gave us the breakdown below range area at 88.80 signaling bearishness. The target seems to be 85 next.(USDJPY - 86.3) Bullish
Aud : AUDUSD had a bullish momentum yesterday, topped at 0.9321 and closed at 0.9317. We had some bearish pullback earlier today in Asian market but one significant development is seen that AUD is unable to rise despite higher GOLD prices seen across, Downside Pressures are mounting in aud again but as long as price move in the bullish channel area , shorts should not be initiated. Technically we have important resistance around 0.9327 area.(AUDUSD - .9217) Neutral to Bullish
Gold : Gold's rally resumed by taking out $1153.4 and reaches another record high of $1193 currently .Short term outlook will remain bullish as long as $1132.5 support holds. Sustained trading above $1166.9 will target $1200 psychological resistance next. On the downside, below $1132.5 will indicate that a short term top is formed, possibly with bearish divergence in short term charts. Some pull back should be seen but downside should be contained above $1072 resistance turned support and bring rally resumption.(Gold - $1193) Bullish but Overbought.
Dollar Index: Dollar index dropped through 74.8 support to as low as 74.40 today so far. Based on the strength of the current fall, 74.31 support looks vulnerable. In particular, further strength in gold will likely put additional pressure to the greenback in general. But near term support will likely limit the momentum in dollar's fall unless we sees sharp accelerations in gold prices.(DI - 74.25) Neutral

Options Traders Add to Bets Yen Will Strengthen to 14-Year High

Options traders are adding to bets the yen will appreciate to a 14-year high of 84 per dollar, disrupting Finance Minister Hirohisa Fujii’s pledge to halt disorderly swings in Japan’s currency. The odds of the yen touching that level by the end of June rose to 73 percent yesterday from 64 percent on Nov. 24 as the currency posted its biggest two-day rally since July, options prices compiled by Bloomberg show. Yen bears are being forced to buy the currency to limit losses on previous bets for a decline as the yen strengthens to higher levels, according to foreign- exchange strategists.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aa7BEtIGnBNg

Dollar May Extend Recent Decline to 84 Yen: Technical Analysis


The dollar may extend its decline to the mid-84 yen level after sliding to a 14-year low today, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. said, citing trading patterns. Having breached “the low end of a downward channel starting in March,” the U.S. currency has the potential to extend its losses to around 84.50 yen, said Masashi Hashimoto, a senior analyst at the unit of Japan’s biggest publicly traded bank. That would represent a 176.4 percent retracement of the greenback’s rally from a January 2005 low to a June 2007 high, he said, referring to a series of numbers known as the Fibonacci sequence.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=abU5mgxLuuf8

Ready To Buy BUMI (2.350-2.400: 61.8 FR) for 2.850/2.950 Antisipasi Lapkeu Q3 2009

Hold Buy Rp 2.350 (mendekati 76.4% FR 3075-2100 di 2.333) target 2.750/2.800 (trendline resistance) stop dibawah 2.175 (trendline support long term), short breakout 2.175 target 1.700/1.800 (channel support) stop loss 2325. Disc on.
Liat Analisa BUMI tgl 24/11
globalmarketstrategist.blogspot.com

Laporan Fundamental & Rumor Saham Indonesia 26-11

Research UOB Kay Hian Sec: Buy RALS target Rp 780

Cermati Saham Berlian Tanker
HARGA saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) dikabarkan bakal menuju level Rp 750-800 dalam jangka pendek. Sumber Investor Daily mengungkapkan, kenaikan harga BLTA seiring rencana perseroan menutup penawaran indikatif atas akuisisi Camillo Eitzen & Co ASA (CECO) pada akhir November ini. Selain itu, kata dia, rencana perseroan membeli kapal dari perusahaan Norwegia untuk menguasai pasar transportasi di dalam negeri juga berdampak positif. Pada perdagangan kemarin, BLTA ditutup stagnan di level Rp 680.

Investor Tiongkok Incar Indo Acid
HARGA saham PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) berpeluang menguat menuju level Rp 90 dalam waktu dekat. Menurut sumber Investor Daily, ada investor asal Tiongkok yang mengincar saham perseroan untuk menyukseskan rencana ekspansi awal tahun depan. Ekspansi itu di bidang agrokimia dan pembentukan anak usaha guna mendukung produksi bioethanol. Pada perdagangan kemarin, SRSN ditutup terkoreksi Rp 2 (3,1%) ke posisi Rp 62.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan melakukan pembelian kembali atau buy back obligasinya yang diterbitkan melalui anak usahanya di Mauritius senilai total US$ 275 juta.

Produksi minyak mentah PT Medco Energi International Tbk. (MEDC) di tahun 2010, diprediksi akan berkurang. Saat ini, produksi minyak Medco 40 ribu barel per hari (bph), dan akan menyusut di tahun depan menjadi 35 ribu barel per hari. Namun, perseroan berhasil menambah pasokan produksi gas, dengan beroperasinya sumur yang ada di Lematang.

Bunga Obligasi MNK Antara 10,96%-14,91%
Anak usaha OKAS ini akan menerbitkan obligasi konvensional senilai Rp 270 miliar dan sukuk ijarah sebesar Rp 100 miliar.

Buyback Obligasi Global Akan Semakin Marak
Setelah EXCL, tampaknya PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) juga memikirkan langkah serupa.

Rights Issue Dibanderol Rp 100, Saham DEWA Terperosok Hebat
DEWA akan meraup dana segar setidaknya Rp 624 miliar dari hajatan ini.

POLY Cari Tambahan Modal Kerja US$ 25 Juta
Sebelumnya, POLY telah mengantongi modal kerja sebesar US$ 50 juta.

ANTM Mulai Eksplorasi Tambang Papua Barat
Tambang yang dikuasai penuh oleh ANTM itu berada di bawah bendera PT Gag Nikel.

Pada perdagangan Rabu (25/11/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik tipis 30,69 poin (0,29%) ke level 10.464,40. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik tipis 4,98 poin (0,45%) ke level 1.110,63 dan Nasdaq naik tipis 6,87 poin (0,32%) ke level 2.176,05.Bursa Tokyo juga dibuka masih dengan penuh kelesuan. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah hingga 94,28 poin (1%) ke level 9.347,36.Lesunya perdagangan saham di bursa-bursa global itu akan terus berimbas ke perdagangan lantai bursa Indonesia. IHSG pada perdagangan Kamis (26/11/2009) diprediksi akan kembali bergerak mixed dengan kecenderungan melemah tipis. Indeks Saham Asia diperkirakan mengalami aksi profit-taking menjelang liburan panjang di AS (Thanksgiving).

Dolar AS terus merosot hingga titik terendahnya dalam 15 bulan terakhir atas euro. Pelemahan dolar AS itu langsung memicu lonjakan harga emas dunia hingga mencapai rekor terbarunya kembali. Pada perdagangan Rabu (25/11/2009) di New York, euro menguat tajam hingga 1,5127 dolar dari sebelumnya di 1,4959 dolar. Bahkan euro sempat mencapai titik tertingginya dalam 15 bulan di 1,5144 dolar.Dolar AS juga merosot atas yen ke posisi 87,38 yen, bahkan sempat mencapai titik terendahnya dalam 14 tahun terakhir di 88,54 yen.Pelemahan dolar AS terjadi setelah keluarnya sejumlah data positif dari AS. Data yang dirilis menunjukkan pendapatan masyarakat naik 0,2% dan belanja konsumen naik 0,7% selama Oktober, yang dibantu rebound penjualan otomotif.Sebuah laporan menunjukkan klaim keuntungan asuransi pengangguran AS turun ke titik terendahnya sejak September 2008. Angka yang disesuaikan untuk klaim pengangguran baru untuk pekan yang berakhir 21 November turun 35.000 menjadi 466.000.

Wacana pembatasan kepemilikan asing dalam Sertifikat Bank Indonesia (SBI) terus bergulir. Pilihan yang diambil BI cukup sulit dan dilematis untuk saat ini. Ekonom Kepala PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Tony Prasetiantono mengatakan pilihan-pilihan yang tersedia memang cenderung sulit karena mengandung sisi positif dan negatif. Jika dana SBI tidak dibatasi, konsekuensinya BI akan terbebani dengan biaya moneter yang cukup besar.

LISTING SAHAM PERDANA JANUARI 2010, PP Investasi Rp 4 Triliun
PT Pembangunan Perumahan (Persero) menyiapkan investasi sekitar Rp 3-4 triliun tahun 2010. Sebagian dari investasi itu berasal dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar 21,5% saham tahun ini dan pinjaman bank.

Truba Raih Kontrak US$ 700 Juta
PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) mengantungi kontrak senilai US$ 700 juta atau sekitar Rp 6,61 triliun sepanjang 2009. Hingga akhir tahun ini, perseroan menargetkan perolehan kontrak sebesar Rp 7,54 triliun.

Menimbang Harga Si Pelat Timah
Meski ada yang menilai harga saham IPO Latinusa kemahalan, analis sepakat melihat, proses bisnis Latinusa masih bagus.

Tahun Depan, Medco Jualan Gas Lematang
Di Blok Lematang, Medco akan memproduksi gas 37 juta kaki kubik per hari.

Asing Akan Suntik Bank Victoria?
Konon, si pihak asing ini akan menyuntikkan dana hingga Rp 500 miliar.

Obligasi BUMI Kurang Laku?
Konon, obligasi BUMI hanya laku US$ 100 juta saja.

ENRG Rights Issue Rp 4,84 T, BNBR Bakal Eksekusi Hak
Pasalnya. ENRG merupakan salah satu protofolio terbaik BNBR.

Sentimen dari Pembayaran Newmont
Lebih Baik Akumulasi BUMI
Saham PT Bumi Resources (BUMI), Kamis (26/11) diprediksikan menguat terbatas seiring sentimen positif dari komitmen membayar divestasi Newmont. Akumulasi buy BUMI!

Proyeksi pertumbuhan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masih bergantung pada harga minyak pada 2010. Hal itu disampaikan Direktur Pengembangan ANTM, Tato Mirza pada Rabu (25/11).

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memberikan pinjaman kepada anak usahanya PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung) sebesar Rp1,68 miliar. Hal ini disampaikan Natal Argawan P, Sekretaris Perusahaan WIKA dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Rabu (25/11).

PT Tunas Lampung Baru Tbk (TBLA) membulatkan dividen menjadi Rp8 per saham dari sebelumnya Rp7,99 per saham. Hal ini disampaikan Sudarmo Tasmin, Wakil Presiden Direktur Tunas Baru Lampung Tbk dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Rabu (25/11).

PT Polysindo Eka Perkasa Tbk (POLY) berhasil mencatat pertumbuhan yang signifikan pada triwulan III 2009 hingga 357,57% menjadi Rp1.038,62 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang merugi Rp403,15 miliar.

PT Global Mediacom Tbk (BMTR) hingga 20 November 2009 telah berhasil membeli kembali saham (buyback) sebanyak 14,29 juta saham senilai Rp3,52 miliar. Hal ini disampaikan Hary Tanoesoedibjo, Dirut BMTR dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Rabu (25/11).

Anak usaha Pertamina, PT Elnusa Tbk (ELSA) menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp4,52 triliun pada 2010 atau naik 22,65 persen dibanding perkiraan pendapatan perseroan pada 2009 sebesar Rp3,496 triliun. Dalam materi publik ekspose yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (25/11)

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) senilai Rp3 triliun pada Desember 2009, yang akan digunakan untuk ekspansi kredit.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang selama ini menjadi distributor bahan bakar minyak (BBM) bersiap menambang laba dari bisnis baru mereka. Keberhasilan AKRA memenangi tender distributor BBM bersubsidi di empat wilayah dan akuisisi perusahaan batubara

PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) mempersiapkan rencana ekspansi usahanya tahun depan. Untuk membiayai rencana tersebut, perusahaan otomotif ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 100 miliar hingga Rp 120 miliar.

Energi Rights Issue Rp 4,84 Triliun
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan menerbitkan 26,18 miliar saham baru (rights issue) pada Januari 2010. Perusahaan milik keluarga Bakrie tersebut menargetkan perolehan dana sebesar Rp 4,84 triliun.

Sumber: Investordaily, inilah.com, detik.com & Market Flash, kontan, Bloomberg, Reuters, CNBC
www.strategydesk.co.id
globalmarketstrategist.blogspot.com

Daily Market Outlook Saham IHSG

Market Review
Kekhawatiran terhadap penyelesaian kasus Bank Century dan masalah diantara KPK-Polri paska pernyataan Presiden SBY hari Senin, masih membebani kinerja IHSG kemarin, dimana investor masih melanjutkan aksi profit-taking di sejumlah saham unggulan dari grup Bakrie dan Astra. Imbas penurunan harga minyak ke kisaran US$ 75/barel, ikut mendorong aksi profit-taking di sejumlah saham komoditi pertambangan, mengacuhkan kenaikan harga emas yang mencapai rekor tertinggi 1.182.50/ons dan harga CPO futures menguat ke Myr 2.462. Mayoritas indeks saham Asia menguat berkat pernyataan dari FOMC Minutes yang mengindikasikan suku bunga AS yang rendah mendorong spekulasi berlebihan dan data keyakinan konsumen AS meningkat di bulan November, meningkatkan daya tarik untuk saham Asia. IHSG anjlok 10,356 poin (-0,42%), di 2.461,528, transaksi tercatat Rp 3,89 triliun. Investor asing membukukan net sell Rp 14 miliar, dibandingkan net buy Rp 320,9 miliar (24/11).

Indeks saham MSCI Asia Pasific menguat, dipimpin oleh perusahaan pertambangan dan otomotif, setelah bank sentral Australia mengatakan ekonomi telah memasuki “new upswing” dan laporan ekspor Jepang melampaui perkiraan ekonom. Saham BHP Billiton Ltd, Fuji Heavy Industries Ltd menguat tajam kemarin. Indeks MSCI telah menguat 67% dari level terendah 5-tahun pada 5 Maret lalu. Indeks Saham Nikkei Jepang, Hong Kong, China menguat, meski terbebani saham perbankan China.

IHSG Outlook
Potensi penurunan IHSG terlihat semakin terbatas, karena laju penurunan saat ini memperlihatkan secara teknikal momentum penurunan lemah, karena volume menunjukkan penurunan dan faktor sentimen dari regional dan Wall Street yang positif di awal pekan ini, seharusnya dapat meredam katalis negatif seperti kasus Bank Century dan isu KPK-Polri. Dari faktor inflow menunjukkan rupiah masih mendapatkan keuntungan dari pelemahan dolar AS lebih lanjut terhadap mata uang utama dunia, sehingga dapat memicu hot money masuk ke pasar saham dan obligasi domestik yang lebih menarik dibandingkan instrumen investasi dalam denominasi dolar AS, dapat memberikan support kepada IHSG. Isu pembagian dividen (BBNI, PTBA, UNVR: Ex-dividen hari ini) dan solidnya kinerja sejumlah saham unggulan (sektor semen, konsumsi, komoditi) di tahun ini, seharusnya masih dapat angkat sentimen diantara investor domestik dan asing, meski momentum technical rebound terbatas karena minimnya isu positif dari fundamental ekonomi dan laporan keuangan dari saham unggulan per September 2009, terutama menjelang liburan panjang di BEI (27 November: Idul Adha) dan liburan Thanksgiving di AS (Kamis-Jumat). Kenaikan harga komoditi logam (minyak support $ 75.15; target US$ 81; inventory API AS pekan lalu meningkat 3,85 juta barel; emas target US$ 1.200; CPO upgrade target menjadi Myr 2.500) dapat mendorong spekulasi di saham komoditi, meredam kekhawatiran terhadap isu “bubble” di saham /komoditi.

Stock Picks: Average last 22 week +104.37%. Target 10-30%, Risk < -10%
Hold Buy: BUMI 2.575/PTBA 15.750/ADRO 1.710/BMRI 4.600/BBRI 7.600/ BKSL 101/RAJA 215/CTRA 550/BSDE 820/BTEL 155/INDF 3.175/BNBR 100/ KLBF 1.270/BRPT 1.330. Buy on weakness: INKP/SDRA/ANTM/SMCB/BVIC

Stock Picks:
# SMCB : Buy target Rp 2.000 # UNTR : Hold target Rp 17.500

Global Outlook
Momentum kenaikan indeks saham regional Asia dan Wall Street masih terbatas pada pekan ini, menjelang liburan panjang di AS (Thanksgiving) yang dapat memicu aksi profit-taking di tengah mahalnya valuasi saham regional Asia Pasific dan kekhawatiran penjualan saham oleh sejumlah bank di Jepang dan China yang negatif untuk saham perbankan Asia. Meski indeks saham Asia dan Wall Street masih disupport oleh banjirnya likuditas, mendorong switching dana dari portofolio dalam bentuk dolar AS ke dalam bentuk saham dan komoditi yang menghasilkan return yang lebih tinggi, paska komentar Gubernur the Fed James Bullard dan FOMC Minutes kemarin yang mengindikasikan suku bunga AS akan tetap bertahan untuk periode yang lama yang mendorong spekulasi secara berlebihan. Terpuruknya mata uang dolar AS ke level terendah 13 bulan dan imbas penguatan yen Jepang, mendorong investor kembali berspekulasi di pasar saham (Indeks DJIA tertahan di resistance 10.500) dan komoditi (minyak uptrend selama bertahan di atas US$ 75,15, emas target US$ 1.200, CPO Myr 2.500, nikel US$ 21.500), diikuti membaiknya data AS: jobless claims (466k), personal spending AS naik 0,7%, New Home Sales (+6.2%: 430K) dan durable goods anjlok 0,6% (karena rendahnya permintaan untuk peralatan militer), seharusnya masih dapat menopang kinerja indeks jangka pendek.

Technical Analysis:
IHSG menunjukkan signal positif dari pola candle three black crows (indikasi technical rebound; liat chart), masih berada dalam bullish pennant, bertahan di atas trendline support 2.460, meski ditutup dibawah channel support di 2.464, seharusnya menunjukkan potensi technical rebound terbatas dan dapat mempertahankan range 2.450-2.500. Indikator ADX terkoreksi (indikasi momentum penurunan terbatas), stochastic crossing down, MACD di teritorial positif, seharusnya menunjukkan potensi kenaikan terbatas. Trend bullish dapat berbalik netral jika IHSG ditutup harian dibawah 2.462, dapat mendorong IHSG ke target 2.433 (61.8 FR)/2.396 (50.0% FR). Hitungan EW: IHSG berada dalam wave e/iv dalam 3/B, target 2390, menunjukkan potensi technical rebound ke target 2.491/2.530 stop diatas 2.560. Perkiraan range di 2.430-2.492.
Resistance : 2491.07/2483.69/2476.30/2471.91. PP 2467.52
Support : 2452.75/2443.97/2432.20/2420.42
www.strategydesk.co.id
www.universalbroker.co.id (Universal Broker Securities Indonesia: TF)
globalmarketstrategist.blogspot.com

Wednesday, November 25, 2009

Daily Gold, USD and Dow Jones Recommended Levels

Daily Forex Technicals | Written by FXtechtrade
DOW JONES INDEX

Today's support: - 10395.00 and 10358.25(main), where a delay and correction may happen. Break of the latter will give 10333.12, where correction also can be. Then follows 10295.75. Be there a strong impulse, we would see 10271.18. Continuation will bring 10248.70.Today's resistance: - 10486.40 and 10528.42(main), where a delay and correction may happen. Break would bring 10544.28, where a correction may happen. Then follows 10572.40, where a delay and correction could also be. Be there a strong impulse, we'd see 10598.70. Continuation would bring 10618.80.
Daily Forex Technicals | Written by India Forex
Gold :
Gold's rally resumed by taking out $1153.4 and reaches another record high of $1176 currently . Short term target of 161.8% projection of $985.5 to $1072 from $1026.9 at $1166.9 is met but there is not sign of topping yet. Short term outlook will remain bullish as long as $1132.5 support holds. Sustained trading above $1166.9 will target $1200 psychological resistance next. On the downside, below $1132.5 will indicate that a short term top is formed, possibly with bearish divergence in short term charts.Some pull back should be seen but downside should be contained above $1072 resistance turned support and bring rally resumption. (Gold - $1176.50) Bullish but Overbought
Dollar Index: The dollar index move is similar to that in EUR/USD due to Euro's heavy weight in it. Intraday bias is neutral for the moment. But still, corrective structure of the rise from 74.68 to 75.88 favors the case that more downside is to be seen and a break of 74.68 will target 74.31 key support next. But after all, strong support is expected from 74.31 to finally conclude the medium term decline from 89.63 to bring strong rebound. On the upside, a break above 75.88 will flip intraday bias back to the upside for a test on 76.82 resistance first.(DI - 74.93) Neutral

Nikkei 225 Faces ‘Inevitable’ Drop to 9,000: Technical Analysis

(Bloomberg) -- Japan’s Nikkei 225 Stock Average, poised to fall below its 200-day moving average for the first time in two years, may extend its two-month slump through to the 9,000 level, according to Fortis Private Bank. The gauge dropped 1 percent to 9,401.58 yesterday, just above the 200-day simple moving average of 9,350. The last time it broke below that average following a sustained decline was in July 2007, which preceded a tumble of almost 60 percent through to a 26-year low of 7,162.90 on Oct. 27, 2008. The gauge failed twice to break above the 200-day average during that slump.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aW3YOmZQLFm8

Laporan Fundamental & Rumor Saham Indonesia 25-11

Research Goldman Sach Sec: Upgrade BUMI menjadi Neutral dari Sell

Research JP Morgan Sec: Overweight ITMG target Rp 32.000

Harga saham PT Verena Oto Finance Tbk (VRNA) berpeluang mencapai level Rp100 dalam waktu dekat. Kabar di pasar menyebutkan, perseroan dikabarkan tengah diminati oleh perusahaan finansil asal Timur Tengah dan bakal mendapat suntikan dana dari bank lokal.Sementara itu, pada penutupan perdagangan bursa kemarin, harga saham VRNA ditutup naik Rp3 ke Rp84.

Harga saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) berpotensi menguat menuju level Rp2.00 dalam waktu dekat.Kabar di pasar menyebutkan, melonjaknya permintaan kertas perseroan dari Tingkong dan Jepang, serta rencana IPO perusahaan terafiliasi, yaitu PT Dian Swastatika, bakal menjadi momenut penguatan harga saham.Pada penutupan perdagangan bursa kemarin, harga saham INKP ditutup naik Rp30 ke Rp1.730.

Pola perdagangan yang tipis tersebut diprediksi akan kembali terulang pada perdagangan Rabu (25/11/2009) ini. IHSG akan kembali bergerak variatif dengan kecenderungan melemah tipis. Saham-saham dari emiten yang akan membagikan dividen akan menjadi pilihan investor untuk saat ini.Bursa Wall Street tadi malam juga ditutup melemah tipis, setelah pemerintah merevisi angka PDB pada triwulan III-2009 menjadi 2,8% menjadi 3,5%.Pada perdagangan Kamis (24/11/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) melemah 17,24 poin (0,16%) ke level 10.433,71. Indeks Standard & Poor's melemah tipis 0,59 poin (0,05%) ke level 1.105,65 dan Nasdaq melemah 6,83 poin (0,31%) ke level 2.169,18.Bursa Tokyo juga masih lesu. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah tipis 19,68 poin (0,21%) ke level 9.381,90.Harga minyak melemah ke $ 75.78, emas cetak rekor tertinggi baru di US$ 1.175.60 di sesi Asia.

Rupiah menguat ke level 9.455 terhadap dolar AS, mengikuti penguatan mata uang regional Asia terhadap dolar, setelah data pertumbuhan ekonomi Q3 AS tercatat dibawah prediksi dan lemahnya konsumsi rakyat AS. Hasil FOMC minutes menunjukkan suku bunga yang rendah mungkin memicu spekulasi berlebihan. Ketidakpastian hukum dari kasus bank Century dan KPK-POlri, membebani kinerja rupiah terhadap dolar. Sementara isu kontrol devisa dan isu pembatasan kepemilikan investor asing di surat uang pemerintah jangka pendek, dapat membatasi potensi penguatan rupiah pekan ini.

Transaksi Obligasi Konversi BUMI Tuntas Hari Ini
Transaksi convertible bond yang diterbitkan Bumi Resources Tbk (BUMI) lewat anak usahanya Enercoal Resources Ltd diharapkan tuntas Rabu (25/11) ini.

Energi Mega Lalukan PUT II di Rp185/Saham
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melakukan penawaran umum terbatas II (PUT II) dengan mekanisme dengan harga pelaksanaan Rp185 per saham.

BUMI Potensi Rebound Teknikal
Pergerakan saham PT Bumi Resources (BUMI), Rabu (25/11) diprediksi technical rebound menyusul koreksi teknis dua hari terakhir. Saatnya long term buy BUMI!

BNBR Bidik Obligasi Hingga US$250 Jt
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bakal menerbitkan obligasi berdenominasi dolar AS US$ 200-250 juta.

EMISI OBLIGASI RP 200 MILIAR, 2010 Jaya Ancol Ekspansi Rp 520,9 Miliar
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 520,9 miliar tahun 2010. Dana ini akan digunakan untuk membiayai pengembangan fasilitas dan kawasan wisata, serta proyek properti.

Aturan Baru RDPT Terbit Desember
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menargetkan peraturan tentang pengelolaan produk reksa dana, khususnya reksa dana penyertaan terbatas (RDPT), terbit akhir tahun ini.

Humpuss Siapkan Belanja Modal Rp 240 Miliar
PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) 2010 sekitar Rp 240,5 miliar. Dana capex akan digunakan untuk membuat kapal dan mengembangkan unit bisnis baru di bidang pelatihan dan pendidikan awak kapal (crewing).

Jakarta Setiabudi Bayar Utang Rp 110 Miliar
PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) akan melunasi utang sekitar US$ 10-11 juta atau setara Rp 110 miliar yang jatuh tempo tahun ini. Dana pelunasan utang berasal dari kas internal.

BAKRIE & BROTHERS SELEKSI UNDERWRITER, Harga Konversi Obligasi Bumi Rp 3.526
Harga konversi obligasi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) diperkirakan Rp 3.526,47 per saham. Harga tersebut premium 30% dari harga referensi BUMI selama tiga hari perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 20, 23, dan 24 November 2009.

AKRA Menambang Laba dari Minyak dan Batubara
Dampak memenangi tender distribusi BBM subsidi dan akuisisi batubara baru terasa 2010.

Saham Pemerintah di Bukopin Tergerus
Pemerintah tak mungkin mengambil dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai eksekusi rights issue

IMAS Siapkan Capex Rp 120 Miliar di 2010
Anggaran ini sedikit lebih rendah dari bujet capex tahun ini sebesar Rp 125 miliar.

Aturan Pajak Baru Ancam SPV Obligasi
Perusahaan kertas atau paper company asal Indonesia di luar negeri tak bisa lagi memanfaatkan pengindaraan pajak berganda.

Obligasi Lokal Kawasan Asia Tumbuh Pesat
Per September 2009 nilai utang berjalan atau outstand-ing obligasi bermata uang lokal di Asia Tenggara mencapai US$ 4,2 triliun.

Harga Wajar BATI Rp4.414, Bentoel Rp574 Per Saham
Nilai pasar wajar PT British American Tobacco Tbk (BATI) saham BATI Rp4.414 per saham sedangkan PT Bentoel Investama Tbk sekitar Rp574 per saham.

Jaya Real Property Buyback 15 Juta Saham
PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) melakukan rencana pembelian kembali saham JRPT dengan total saham hasil pembelian kembali saham sekitar 15.000.000 lembar.

Economic: Investasi 2009 Hanya Rp150 Triliun

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan memperkirakan realisasi investasi 2009 hanya Rp150 triliun atau sekitar 10% dari target kebutuhan investasi sebesar Rp1.500 triliun. Data BKPM mencatat, realisasi investasi hingga Oktober 2009 tercatat sebanyak 212 proyek penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp 32,47 triliun, atau meningkat 104,5% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Sedangkan realisasi investasi PMA terdapat pada 1.008 proyek senilai 9,92 miliar dolar AS atau setara Rp 89,28 triliun. Investasi ini menurun 28,8% (yoy). Sehingga secara total, hingga akhir Oktober 2009, realisasi investasi mencapai Rp 121,75 triliun.

Economic: Pemerintah Pastikan Ganti Direksi PLN
Setelah sempat membantah, Meneg BUMN, Mustafa Abubakar akhirnya memastikan, dalam waktu dekat pemerintah bakal merombak jajaran direksi PLN.

ENRG: Pengumuman Rights Issue Rp185/Saham
ENRG mengumumkan penerbitan rights issue dengan rasio 11:20 yakni:
* Besaran saham: 26.183.297.040 saham
* Nilai nomina: Rp100/saham
* Harga penawaran: Rp185/saham atau Rp4,173 triliun
* Masa pelaksanaan: 13-26 Jan09
* Cum rights issue: 6 Jan09
* Ex rights issue: 7 Jan09
* Recording date: 11 Jan09

Setiap 16 saham hasil pelaksanaan rights issue mendapat 3 warrant seri 1 dengan harga exercise Rp190/saham dengan masa perdagangan 14 Juli 2010-11 Januari 2013.

BUMI: Harga Konversi Obligasi Disinyalir Rp3.526
Pengamat pasar modal David Cornelis memprediksi harga konversi obligasi BUMI sebesar Rp3.526,47/saham, merupakan premium 30% dari harga referensi selama tiga hari sejak 20 Nov09 yakni Rp2.712,67/saham. Sementara itu, perseroan belum bisa memastikan harga konversinya .

ISAT: Obligasi Disinyalir Oversubcribed Hingga Rp2 T
Obligasi ISAT disinyalir oversubcribed hingga melebihi Rp2 triliun dari targetnya Rp1,5 triliun karena kuponnya yang menarik yakni 11,25%. Sementara itu, perseroan belum mau mengomentari kabar tersebut dan hanya memastikan hanya akan menyerap Rp1,5 triliun.

BDMN: Targetkan Kredit Tumbuh 20%
PT Bank Danamon Tbk menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun depan naik 20% dengan mengenjot sektor mikro dan usaha kecil menengah dan memperbaiki pembiayaan korporasi yang selama tahun ini melambat.

JSMR: Bersama ELTY Bidik Proyek Mandek
PT Jasa Marga Tbk dan PT Bakrieland Development mengincar sejumlah proyek jalan tol yang mangkrak untuk membantu pemerintah mengejar target penambahan jalan bebas hambatan sepanjang 853 km dalam 5 tahun ke depan. Dirut Jasa Marga Frans Satyaki Sunito mengatakan perseroan tengah mengkaji kelayakan sejumlah proyek jalan tol di Jabodetabek untuk diakuisisi, dengan membeli saham mayoritas. Sementara itu, manajemen

PT Bakrieland Development Tbk juga mengaku sedang membidik sejumlah ruas jalan tol yang mempunyai peluang bagus.

ETWA: Kurangi Kapasitas Produksi Hingga 90%
ETWA telah mengurangi produksi biodieselnya hingga 90% dari semula 240.000 metrik ton per tahun menjadi hanya 24.000 metrik ton per tahun. ETWA menciutkan produksinya karena rendahnya harga jual biodiesel yang dipicu oleh kebijakan pemerintah yang kurang berpihak pada industri bahan bakar nabati (BBN).

Sumber: Investordaily, inilah.com, detik.com & Market Flash, kontan, Bloomberg, Reuters, CNBC
www.strategydesk.co.id
globalmarketstrategist.blogspot.com

Daily Market Outlook Saham IHSG

Market Review
IHSG kembali terpuruk berkat sentimen negatif dari pernyataan Presiden SBY hari Senin yang tidak tegas terhadap kasus Bank Century dan KPK-Polri, diikuti isu dari rencana PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) menerbitkan obligasi denominasi dolar AS (US$ 200-250 juta) yang berimbas negatif kepada saham grup Bakrie lainnya. Penurunan harga minyak ke level US$ 77.24/barel dan CPO ke Myr 2.442, memicu aksi profit-taking di sejumlah saham pertambangan dan perkebunan. Isu negatif dari kasus Bank Century kepada sektor perbankan, ikut memukul saham bank unggulan. Mayoritas indeks saham Asia mengalami koreksi penurunan, berkat kekhawatiran terhadap penjualan saham perbankan Jepang dan menjelang liburan panjang Thanksgiving di AS. IHSG terkoreksi 9,532 poin (-0,38%), di 2.471,884 transaksi tercatat Rp 4,11 triliun. Investor asing membukukan net buy Rp 320,9 miliar, dibandingkan net sell Rp 66,84 miliar (23/11).

Indeks saham MSCI Asia Pasific terkoreksi, mendorong indeks MSCI Asia Pasific ke level terendah 2-pekan, di tengah spekulasi bank Jepang dan China akan diharuskan menjual saham untuk mendapatkan dana. Saham Sumitomo Mitsui Financial Group, Bank of China Ltd terpuruk kemarin. Sementara kekhawatiran terhadap valuasi mendorong anjloknya saham Suning Appliance Co. Indeks Shanghai anjlok 3,5%, Hong Kong anjlok 1,5%.

IHSG Outlook
IHSG diperkirakan akan mengalami kesulitan untuk mempertahankan trend bullish jangka pendek di pekan ini, jika situasi politik dalam negeri memburuk setelah investor kecewa dengan sikap Presiden SBY yang mengambang terhadap kasus Bank Century yang juga melibatkan nama Wakil Presiden Boediono dan kasus KPK-Polri yang dapat menurukan daya tarik iklim investasi di pasar modal Indonesia, diikuti munculnya kekhawatiran terhadap “bubble”nya pasar saham Indonesia karena mahalnya valuasi tidak diimbangi oleh kinerja pertumbuhan ekonomi dan korporasi. Isu kontrol devisa oleh sejumlah bank sentral negara regional dan isu negatif dari pertimbangan Bank Indonesia akan membatasi kepemilikan asing di surat utang pemerintah jangka pendek, dimana membebani kinerja rupiah terhadap dolar AS dan meredam daya tarik untuk investasi di pasar modal domestik. Meski saham domestik masih disupport oleh sejumlah isu positif dari kinerja perseroan yang solid (lapkeu Q3 2009), isu pembagian dividen (PTBA, UNVR di pekan ini; BMRI, BBNI, BBRI, TLKM, PGAS, SMGR), aksi korporasi (BUMI, DOID, RMBA, INDF), right issue (ENRG, DEWA, BBKP), diikuti trend kenaikan harga komoditi harga logam dan cpo (emas capai tertinggi US$ 1.173, CPO capai Myr 2.450 kemarin), serta solidnya fundamental ekonomi RI (perkiraan GDP Q3 RI +4,4%) mendukung inflasi yang rendah di bulan November (perkiraan BPS & BI) sehingga mendorong perkiraan suku bunga BI masih akan bertahan di kisaran 6,5% hingga akhir tahun. Pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama dunia, masih memberikan daya tarik untuk saham dan komoditi global jangka pendek.

Stock Picks: Average last 22 week +104.37%. Target 10-30%, Risk < -10%
Hold Buy: BUMI 2.575/PTBA 15.750/ADRO 1.710/BMRI 4.600/BBRI 7.600/ BKSL 101/RAJA 215/CTRA 550/BSDE 820/BTEL 155/INDF 3.175
Buy on weakness (sesi 2): BNBR/SDRA/KLBF/BRPT/INKP/

Stock Picks:
#BBKP : Hold target Rp 435 # PTBA : Hold target Rp 18.250

Global Outlook
Indeks saham regional Asia dan Wall Street diperkirakan akan sulit mempertahankan momentum kenaikan pada hari ini, karena munculnya sentimen negatif dari data ekonomi AS dan kekhawatiran terhadap rencana penjualan saham bank di Jepang dan China, serta laporan bank sentral Inggris mengenai suntikan dana kepada 2 bank besar paska krisis finansial di bulan Oktober, dapat memicu kembali kekhawatiran terhadap rapuhnya proses pemulihan ekonomi yang dapat memberikan potensi “bubble” di aset global. Data ekonomi AS terlihat mix, dimana data pertumbuhan ekonomi Q3 AS direvisi menurun menjadi 2,8% q/q dan menunjukkan konsumsi belanja yang lemah, meredam dampak kenaikan data sentimen IFO Jerman (93.9), Case Shiller House Price Index (-9,4%), HPI (0%) dan Consumer Confidence AS (49,5 dari prediksi 47,6), dapat membebani momentum trend bullish indeks regional Asia (China, HK, Korsel) dan Wall Street. Tetapi perkiraan FOMC Minutes dini hari akan memberikan petunjuk bahwa suku bunga AS masih bertahan di 0% hingga tahun 2010, seharusnya memberikan support kepada indeks global, menjelang liburan panjang Thanksgiving di akhir pekan. Sementara isu negatif dari rencana penjualan saham dari 2 bank Jepang dan 5 bank China untuk mendapatkan dana segar dan kekhawatiran mahalnya valuasi saham Asia (P/E MSCI Asia Pasific 26x, tertinggi 6 tahun), membebani kinerja saham di pekan ini.

Technical Analysis:
IHSG menunjukkan signal negatif dari pola candle three inside out (indikasi bearish continuation), meski masih berada dalam bullish pennant dan uptrend channel, diikuti kenaikan dalam volume, seharusnya menunjukkan pola breakout range trading 2.450-2.500, karena potensi kenaikan yang didukung oleh signal positif dari 10/20 day MA yang uptrend dapat dibatasi oleh trendline resistance di 2.499 & middle line channel di 2.515. Indikator ADX terkoreksi (indikasi momentum penurunan terbatas), stochastic overbought, MACD di teritorial positif, seharusnya menunjukkan potensi kenaikan terbatas. Trend bullish bertahan jika IHSG jika masih ditutup harian diatas 2.458 untuk target 2.491.5 (high 19/11)/2.510 (projection 100.0). Perkiraan range hari ini di 2.430-2.492. Hitungan EW: IHSG berada dalam wave iv/3 dalam B, dan berpeluang kenaikan merupakan kenaikan yang terbatas 2491/2523 (sell on rally: stop diatas 2.560) target 2390.
Resistance : 2509.57.2500.15/2490.73/2481.87. PP 2473.02
Support : 2463.60/2454.18/2436.48/2418.21
www.strategydesk.co.id
www.universalbroker.co.id
globalmarketstrategist.blogspot.com